Kamis, 23 September 2010

Agama Islam

BAB I  PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya kita mesti mempelajari sejarah nabi Muhammad SAW baik ketika beliau dalam berdakwah baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan sejarah dan perjalanan nabi untuk selalu kita contoh dan kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita ketahui bersama bahwa umat islam pada saat sekarang ini lebih banyak mengenal figur-figur yang sebenarnya tidak pantas untuk di contoh dan ironisnya mereka sama sekali buta akan sejarah dan pri kehidupan rosulullah SAW.
Oleh karena itu kami mencoba untuk membuka, memaparkan tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, dan mudah-mudahan dengan adanya makalah ini menambah rasa kecintaan kita pada nabi Muhammad SAW.
BPermasalahan
      1.   Dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi.
      2.   Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan.
C.  Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW saat berdakwah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan penyebab apa berdakwah seperti itu pada saat itu .

 

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

A.  Sejarah Hidup Nabi  Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571M. Sebelum beliau dilahirkan ayahnya telah wafat oleh karena itu kakeknyalah yang mengasuh beliau kemudian di susui oleh Halimatus Sa'diyah. Setelah kakeknya wafat beliau diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib.salah satu dari usaha Muhammad yang terpenting sebelum di utus menjadi rosul ialah berniaga ke syam membawa barang-barang Khadijah. Perniagaan ini menghasilkan laba yang banyak dan menyebabkan adanya pertalian antara Muhammad dengan Khadijah dan mereka kemudian mereka menikah. Waktu itu beliau berumur 25 tahun dan khadijah sudah janda yang berumur 40 tahun.
Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke gua hira, bebarapa kilometer di utara kota mekah. Disana Muhammad mula-mula ber jam-jam kemudian berhari-hari bertafakur. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 Masehi, malaikat jibril muncul menyampaikan wahyu Allah yang pertama :
Artinya :
Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu itu maha melihat. Dia telah mengajar dengan kalam. Dia telah mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui ( QS 96 : 1-5 )
Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Allah sebagai Rasul, dia belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada agama. Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama sementara Nabi Muhammad SAW menantikannya dan selalu datang ke Gua Hira'.
Dalam proses penantian Jibril, turun wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu itu berbunyi sebagai berikut : Hai orang yang brselimut bangun, dan beri ingatlah. Hendaklah engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa dan janganlah engkau memberi ( dengan maksud ) memperoleh ( balasan ) yang lebih banyak dan untuk ( untuk memenuhi perintah ) Tuhanmu bersabarlah. ( Al- Muddatsir 1-7 )
Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secar diam-diam di lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Mereka di seru kepada pokok-pokok agama islam yang disebut dalam ayat-ayat diatas yaitu, bertauhid kepada Allah dan meninggalkan ilah dan berhala-berhala yang mereka sembah.
BDakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi.
1.   Tiga Tahun Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi
Sebagaimana yang sudah diketahui, Makkah merupakan sentral agama Bangsa Arab. Di sana ada peribadatan terhadap Ka’bah dan penyembahan terhadap berhala dan patung-patung yang disucikan seluruh Bangsa Arab. Cita-cita untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit dan berat jika orang yang hendak mengadakan perbaikan jauh dari lingkungan mereka. Hal ini membutuhkan kemauan keras yang tidak dapat diguncang musibah dan kesulitan. Maka dalam menghadapi kondisi seperti ini, tindakan yang paling bijaksana adalah memulai dakwah dengan sembunyi-sembunyi, agar penduduk Makkah tidak kaget karena tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.
Sangat lumrah jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menampakkan Islam pada awal mulanya kepada orang yang paling dekat dengan beliau, anggota keluarga dan sahabat-sahabat karib beliau. Beliau menyeru mereka ini kepada Islam, juga menyeru siapapun yang dirasa memiliki kebaikan, yang sudah beliau kenal secara baik dan mereka pun mengenal beliau secara baik. Mereka yang memang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, dan mereka mengenal kejujuran dan kelurusan beliau.
Maka mereka yang diseru ini langsung memenuhi seruan beliau, karena mereka sama sekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran pengabaran yang beliau sampaikan. Dalam Tarikh Islam, mereka dikenal dengan sebutan As-Sabiqunal-Awwalun (yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam). Mereka adalah : istri beliau (Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid), pembantu beliau (Zaid bin Haritsah bin Syurahbil Al-Kalby), anak paman beliau ( Ali bin Abu Thalib, yang saat itu Ali masih anak-anak dan hidup dalam asuhan beliau), dan sahabat karib beliau (Abu Bakar Ash-Shiddiq). Mereka ini masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah.
Abu Bakar sangat bersemangat dalam berdakwah kepada Islam. Dia adalah seorang laki-laki yang lemah lembut, pengasih dan ramah, memiliki akhlak yang mulia dan terkenal. Kaumnya suka mendatangi Abu Bakar dan menyenanginya, karena dia dikenal sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan sukses dalam berdagang serta baik pergaulannya dengan orang lain. Maka dia menyeru orang-orang dari kaumnya yang biasa duduk-duduk bersamanya dan yang dapat dipercayainya. Berkat seruannya, ada beberapa orang yang masuk Islam, yaitu Utsman bin Affan Al-Umawy, Az-Zubair bin Al-Awwan Al-Asady, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash Az-Zuhriyah dan Thalhah bin Ubaidillah At-Taimy. Mereka ini adalah orang-orang yang lebih dulu masuk Islam, kawanan pertama dan fajar islam.
Kawanan lain yang juga lebih dahulu masuk Islam adalah Bilal bin Rabbah Al-Habsyi, kemudian disusul kepercayaan umat ini, Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah dari Bani Al-Harits bin Fihr, Abu Salamah bin Abdul-Asad, Al-Arqam bin Abil-Arqam Al-Makhzumy, Utsman bin Mazhun dan kedua saudaranya, Qudamah dan Abdullah, Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib bin Abdi Manaf, Said bin Zaid Al-Adawy dan istrinya Fathimah binti Al-Khaththab Al-Adawiyah, saudara Umar bin Al-Khaththab, Khabbab bin Al-Aratt, Abdullah bin Masud Al-Hudzaly dan masih banyak lagi. Mereka ini juga disebut As-Sabiqunal-Awwalun, yang semuanya berasal dari kabilah Quraisy. Ibnu Hisyam menghitung jumlah mereka lebih dari empat puluh orang. Namun siapa-siapa yang selain disebutkan di atas perlu diteliti lagi.
Ibnu Ishaq berkata,Setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun wanita, sehingga nama Islam menyebar di seluruh Makkah dan banyak membicarakannya.
Mereka masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menemui mereka dan mengajarkan agama secara kucing-kucingan. Sebab dakwah itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan secara perorangan. Di antara wahyu yang pertama-tama turun adalah perintah shalat. Muqatil bin Sulaiman berkata, Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada petang hari pada masa awal Islam, yang didasarkan pada firman Allah ; Artinya : Dan bertasbilah seraya memuji Rabbmu pada waktu pagi dan petang.(Al-Mukminun:55).
Ibnu Hajar menuturkan, sebelum Isra Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sudah pernah shalat, begitu pula para shahabat. Tapi terdapat perbedaan pendapat, adakah shalat yang diwajibkan sebelum ada kewajiban shalat lima waktu ataukah tidak? Ada yang berpendapat, yang diwajibkan pada masa itu adalah shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya matahari.
Al-Harits bin Usamah meriwayatkan dari Jalan ibnu Luhaiah secara maushul dari Zaid bin Haritsah, bahwa pada awal-awal turunnya, Jibril mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam dan mengajarkan wudhu kepada beliau. Seusai wudhu, beliau mengambil seciduk air lalu memercikkan ke kemaluan. Ibnu Majah juga meriwayatkan hal ini dengan makna yang serupa. Juga diriwayatkan dari Al-Barrabin Azib dan Ibnu Abbas di dalam hadits Ibnu Abbas, dan hal itu termasuk kewajiban yang pertama diturunkan.
Ibnu Hisyam menyebutkan, jika tiba waktu shalat, Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu secara sembunyi-sembunyi mengerjakan shalat, agar tidak dilihat kaumnya. Suatu kali Abu Thalib melihat Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat bersama Ali. Maka Abu Thalib menanyakan shalat itu. Setelah mendapat penjelasan yang cukup memuaskan, Abu Thalib menyuruh beliau dan Ali agar
Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu itu telah terbentuk sekelompok orang-orang Mukmin yang senantiasa menguatkan hubungan persudaraan dan saling bahu membahu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka dan menyerang berhala-berhala sesembahan
C.  Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan.
Dakwah telah dimulai,Rosul telah memulai tugasnya sebagai pembawa Risalah kebenaran. 3 tahun dakwah berjalan secara personal dari mulut ke mulut yang berhasil memperoleh 160 pengikut dan di antara hukum dan tatacara ibadah yang kali pertama turun dalam fase ini adalah perintah sholat. Namun masih hanya 2 rakaat,dikerjakan sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenam di waktu maghrib. Dan para sahabat,jika telah tiba waktu sholat,mereka pergi secara berkelompok ke lereng-lereng pegunungan di sekitar mereka, dan beribadah secara rahasia,yang sengaja dilakukan agar tidak ketahuan kaum mereka.dalam masa 3 tahun dakwah secara rahasia ini,sebenarnya orang-orang quraisy telah mendengar akan adanya ajaran baru,dan jadi bahan perbincangan di kalangan mereka. Hanya saja mereka tidak perhatian dengan agama baru ini,sebab Rosul belum berhadapan dan menabrak langsung keyakinan serta berhala-berhala mereka.
Usia 43-44 tahun (11-10 S.H/607-608 M) akhirnya,setelah terbentuk satu kelompok yang kuat,dengan jiwa persaudaraan yang erat, serta usai membangun pondasi yang kokoh,turunlah wahyu yang memerintahkan untuk mempublikasikan agama islam di kalangan penduduk Mekkah, di mulai dengan mengajak klan beliau S.a.w.setelah menerima perintah itu,beliau bergegas naik ke gunung Shafa,dan berteriak memanggil seluruh kaumnya di lembah gunung itu. Berbondong-bondong penduduk Makkah berdatangan,tak satupun yang tertinggal,yang tidak bisa datangpun mengirim utusan. Lalu dengan berwibawa Rosul berkata pada mereka : "Beri tahu padaku,andai aku memberitahukan pada kalian,bahwa di balik bukit ini ada sepasukan tentara menyerbu kalian,apakah kalian mempercayai ucapanku ?!"serentak mereka menjawab: "ya,kami tak pernah sekalipun tahu kamu berbohong". seketika itu beliau berkata : "maka aku sesungguhnya,memperingatkan kalian,akan siksaan pedih yang ada di hadapan kalian (jika tetap saja memeluk keyakinan sesat itu) !" seluruhnya terdiam,dan dalam statemen ini,adalah pemberitahuan dan pengenalan akan kenabian beliau secara umum.tiba-tiba paman beliau,Abu Lahab,dengan penuh kebencian,memaki-maki, "celaka kamu selamanya,apa hanya karena ini kamu kumpulkan kami?!". Dan turunlah ayat (tabbat yadaa) yang mencela balik Abu Lahab..gema dakwah pun bergaung di seantero Makkah, dan Rosul berdakwah secara terang-terangan mengajak kaumnya,dalam setiap perkumpulan mereka,untuk memeluk islam,mengesakan Allah. Membacakan pada mereka ayat-ayat suci al-qur'an. Dan beliau beserta para sahabat,mulai beribadah di depan mata mereka,di halaman ka'bah. Tak hanya itu,tetapi juga mengkritik keras kaumnya atas penyembahan berhala,menyalahkan cara berfikir dan imajinasi mereka. saat itulah,para pembesar dan seluruh penduduk Mekkah,melawan beliau dengan segala cara,dan sepakat untuk memusuhinya. Melihat hal itu,sang paman, Abu Thalib merasa iba pada sang keponakan, dia rela pasang badan untuk melindungi dan membela sang keponakan dalam dakwahnya,meski dia masih dalam keyakinan kaumnya...
BAB III  PENUTUP




A.  Kesan
            Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa sanya nabi Muhammad saw merupakan nabi dan rasul yang diutus kepada manusia untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus dengan perjuangan yang gigih. Beliau berhasil merubah kebiasaan umat manusia dari keburukan kepada jalan kebenaran untuk menyembah allah swt.
Dan bagaimana kita sebagai umat islam untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri taulaadan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan bernegara.
B. Saran
Adapun saran penulis kepada pembaca agar dapat lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, proses turunnya wahyu yang pertama, dakwah-dakwahnya beliau baik secara sembunyi maupun terang-terangan agar lebih mencintai beliau sebagai seorang nabi dan rasul yang membawa risalah kebenaran yaitu dinnul islam yang menyinari kehidupan sampai akhir jaman. Selain dari pada itu, bila terdapat kesalahan kami mohon maaf karena masih dalam proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar