Kamis, 23 September 2010

Agama Islam

BAB I  PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya kita mesti mempelajari sejarah nabi Muhammad SAW baik ketika beliau dalam berdakwah baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan sejarah dan perjalanan nabi untuk selalu kita contoh dan kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita ketahui bersama bahwa umat islam pada saat sekarang ini lebih banyak mengenal figur-figur yang sebenarnya tidak pantas untuk di contoh dan ironisnya mereka sama sekali buta akan sejarah dan pri kehidupan rosulullah SAW.
Oleh karena itu kami mencoba untuk membuka, memaparkan tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, dan mudah-mudahan dengan adanya makalah ini menambah rasa kecintaan kita pada nabi Muhammad SAW.
BPermasalahan
      1.   Dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi.
      2.   Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan.
C.  Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW saat berdakwah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan penyebab apa berdakwah seperti itu pada saat itu .

 

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

A.  Sejarah Hidup Nabi  Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571M. Sebelum beliau dilahirkan ayahnya telah wafat oleh karena itu kakeknyalah yang mengasuh beliau kemudian di susui oleh Halimatus Sa'diyah. Setelah kakeknya wafat beliau diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib.salah satu dari usaha Muhammad yang terpenting sebelum di utus menjadi rosul ialah berniaga ke syam membawa barang-barang Khadijah. Perniagaan ini menghasilkan laba yang banyak dan menyebabkan adanya pertalian antara Muhammad dengan Khadijah dan mereka kemudian mereka menikah. Waktu itu beliau berumur 25 tahun dan khadijah sudah janda yang berumur 40 tahun.
Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke gua hira, bebarapa kilometer di utara kota mekah. Disana Muhammad mula-mula ber jam-jam kemudian berhari-hari bertafakur. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 Masehi, malaikat jibril muncul menyampaikan wahyu Allah yang pertama :
Artinya :
Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu itu maha melihat. Dia telah mengajar dengan kalam. Dia telah mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui ( QS 96 : 1-5 )
Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Allah sebagai Rasul, dia belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada agama. Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama sementara Nabi Muhammad SAW menantikannya dan selalu datang ke Gua Hira'.
Dalam proses penantian Jibril, turun wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu itu berbunyi sebagai berikut : Hai orang yang brselimut bangun, dan beri ingatlah. Hendaklah engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa dan janganlah engkau memberi ( dengan maksud ) memperoleh ( balasan ) yang lebih banyak dan untuk ( untuk memenuhi perintah ) Tuhanmu bersabarlah. ( Al- Muddatsir 1-7 )
Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secar diam-diam di lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Mereka di seru kepada pokok-pokok agama islam yang disebut dalam ayat-ayat diatas yaitu, bertauhid kepada Allah dan meninggalkan ilah dan berhala-berhala yang mereka sembah.
BDakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi.
1.   Tiga Tahun Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi
Sebagaimana yang sudah diketahui, Makkah merupakan sentral agama Bangsa Arab. Di sana ada peribadatan terhadap Ka’bah dan penyembahan terhadap berhala dan patung-patung yang disucikan seluruh Bangsa Arab. Cita-cita untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit dan berat jika orang yang hendak mengadakan perbaikan jauh dari lingkungan mereka. Hal ini membutuhkan kemauan keras yang tidak dapat diguncang musibah dan kesulitan. Maka dalam menghadapi kondisi seperti ini, tindakan yang paling bijaksana adalah memulai dakwah dengan sembunyi-sembunyi, agar penduduk Makkah tidak kaget karena tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.
Sangat lumrah jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menampakkan Islam pada awal mulanya kepada orang yang paling dekat dengan beliau, anggota keluarga dan sahabat-sahabat karib beliau. Beliau menyeru mereka ini kepada Islam, juga menyeru siapapun yang dirasa memiliki kebaikan, yang sudah beliau kenal secara baik dan mereka pun mengenal beliau secara baik. Mereka yang memang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, dan mereka mengenal kejujuran dan kelurusan beliau.
Maka mereka yang diseru ini langsung memenuhi seruan beliau, karena mereka sama sekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran pengabaran yang beliau sampaikan. Dalam Tarikh Islam, mereka dikenal dengan sebutan As-Sabiqunal-Awwalun (yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam). Mereka adalah : istri beliau (Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid), pembantu beliau (Zaid bin Haritsah bin Syurahbil Al-Kalby), anak paman beliau ( Ali bin Abu Thalib, yang saat itu Ali masih anak-anak dan hidup dalam asuhan beliau), dan sahabat karib beliau (Abu Bakar Ash-Shiddiq). Mereka ini masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah.
Abu Bakar sangat bersemangat dalam berdakwah kepada Islam. Dia adalah seorang laki-laki yang lemah lembut, pengasih dan ramah, memiliki akhlak yang mulia dan terkenal. Kaumnya suka mendatangi Abu Bakar dan menyenanginya, karena dia dikenal sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan sukses dalam berdagang serta baik pergaulannya dengan orang lain. Maka dia menyeru orang-orang dari kaumnya yang biasa duduk-duduk bersamanya dan yang dapat dipercayainya. Berkat seruannya, ada beberapa orang yang masuk Islam, yaitu Utsman bin Affan Al-Umawy, Az-Zubair bin Al-Awwan Al-Asady, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash Az-Zuhriyah dan Thalhah bin Ubaidillah At-Taimy. Mereka ini adalah orang-orang yang lebih dulu masuk Islam, kawanan pertama dan fajar islam.
Kawanan lain yang juga lebih dahulu masuk Islam adalah Bilal bin Rabbah Al-Habsyi, kemudian disusul kepercayaan umat ini, Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah dari Bani Al-Harits bin Fihr, Abu Salamah bin Abdul-Asad, Al-Arqam bin Abil-Arqam Al-Makhzumy, Utsman bin Mazhun dan kedua saudaranya, Qudamah dan Abdullah, Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib bin Abdi Manaf, Said bin Zaid Al-Adawy dan istrinya Fathimah binti Al-Khaththab Al-Adawiyah, saudara Umar bin Al-Khaththab, Khabbab bin Al-Aratt, Abdullah bin Masud Al-Hudzaly dan masih banyak lagi. Mereka ini juga disebut As-Sabiqunal-Awwalun, yang semuanya berasal dari kabilah Quraisy. Ibnu Hisyam menghitung jumlah mereka lebih dari empat puluh orang. Namun siapa-siapa yang selain disebutkan di atas perlu diteliti lagi.
Ibnu Ishaq berkata,Setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun wanita, sehingga nama Islam menyebar di seluruh Makkah dan banyak membicarakannya.
Mereka masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menemui mereka dan mengajarkan agama secara kucing-kucingan. Sebab dakwah itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan secara perorangan. Di antara wahyu yang pertama-tama turun adalah perintah shalat. Muqatil bin Sulaiman berkata, Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada petang hari pada masa awal Islam, yang didasarkan pada firman Allah ; Artinya : Dan bertasbilah seraya memuji Rabbmu pada waktu pagi dan petang.(Al-Mukminun:55).
Ibnu Hajar menuturkan, sebelum Isra Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sudah pernah shalat, begitu pula para shahabat. Tapi terdapat perbedaan pendapat, adakah shalat yang diwajibkan sebelum ada kewajiban shalat lima waktu ataukah tidak? Ada yang berpendapat, yang diwajibkan pada masa itu adalah shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya matahari.
Al-Harits bin Usamah meriwayatkan dari Jalan ibnu Luhaiah secara maushul dari Zaid bin Haritsah, bahwa pada awal-awal turunnya, Jibril mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam dan mengajarkan wudhu kepada beliau. Seusai wudhu, beliau mengambil seciduk air lalu memercikkan ke kemaluan. Ibnu Majah juga meriwayatkan hal ini dengan makna yang serupa. Juga diriwayatkan dari Al-Barrabin Azib dan Ibnu Abbas di dalam hadits Ibnu Abbas, dan hal itu termasuk kewajiban yang pertama diturunkan.
Ibnu Hisyam menyebutkan, jika tiba waktu shalat, Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu secara sembunyi-sembunyi mengerjakan shalat, agar tidak dilihat kaumnya. Suatu kali Abu Thalib melihat Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat bersama Ali. Maka Abu Thalib menanyakan shalat itu. Setelah mendapat penjelasan yang cukup memuaskan, Abu Thalib menyuruh beliau dan Ali agar
Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu itu telah terbentuk sekelompok orang-orang Mukmin yang senantiasa menguatkan hubungan persudaraan dan saling bahu membahu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka dan menyerang berhala-berhala sesembahan
C.  Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan.
Dakwah telah dimulai,Rosul telah memulai tugasnya sebagai pembawa Risalah kebenaran. 3 tahun dakwah berjalan secara personal dari mulut ke mulut yang berhasil memperoleh 160 pengikut dan di antara hukum dan tatacara ibadah yang kali pertama turun dalam fase ini adalah perintah sholat. Namun masih hanya 2 rakaat,dikerjakan sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenam di waktu maghrib. Dan para sahabat,jika telah tiba waktu sholat,mereka pergi secara berkelompok ke lereng-lereng pegunungan di sekitar mereka, dan beribadah secara rahasia,yang sengaja dilakukan agar tidak ketahuan kaum mereka.dalam masa 3 tahun dakwah secara rahasia ini,sebenarnya orang-orang quraisy telah mendengar akan adanya ajaran baru,dan jadi bahan perbincangan di kalangan mereka. Hanya saja mereka tidak perhatian dengan agama baru ini,sebab Rosul belum berhadapan dan menabrak langsung keyakinan serta berhala-berhala mereka.
Usia 43-44 tahun (11-10 S.H/607-608 M) akhirnya,setelah terbentuk satu kelompok yang kuat,dengan jiwa persaudaraan yang erat, serta usai membangun pondasi yang kokoh,turunlah wahyu yang memerintahkan untuk mempublikasikan agama islam di kalangan penduduk Mekkah, di mulai dengan mengajak klan beliau S.a.w.setelah menerima perintah itu,beliau bergegas naik ke gunung Shafa,dan berteriak memanggil seluruh kaumnya di lembah gunung itu. Berbondong-bondong penduduk Makkah berdatangan,tak satupun yang tertinggal,yang tidak bisa datangpun mengirim utusan. Lalu dengan berwibawa Rosul berkata pada mereka : "Beri tahu padaku,andai aku memberitahukan pada kalian,bahwa di balik bukit ini ada sepasukan tentara menyerbu kalian,apakah kalian mempercayai ucapanku ?!"serentak mereka menjawab: "ya,kami tak pernah sekalipun tahu kamu berbohong". seketika itu beliau berkata : "maka aku sesungguhnya,memperingatkan kalian,akan siksaan pedih yang ada di hadapan kalian (jika tetap saja memeluk keyakinan sesat itu) !" seluruhnya terdiam,dan dalam statemen ini,adalah pemberitahuan dan pengenalan akan kenabian beliau secara umum.tiba-tiba paman beliau,Abu Lahab,dengan penuh kebencian,memaki-maki, "celaka kamu selamanya,apa hanya karena ini kamu kumpulkan kami?!". Dan turunlah ayat (tabbat yadaa) yang mencela balik Abu Lahab..gema dakwah pun bergaung di seantero Makkah, dan Rosul berdakwah secara terang-terangan mengajak kaumnya,dalam setiap perkumpulan mereka,untuk memeluk islam,mengesakan Allah. Membacakan pada mereka ayat-ayat suci al-qur'an. Dan beliau beserta para sahabat,mulai beribadah di depan mata mereka,di halaman ka'bah. Tak hanya itu,tetapi juga mengkritik keras kaumnya atas penyembahan berhala,menyalahkan cara berfikir dan imajinasi mereka. saat itulah,para pembesar dan seluruh penduduk Mekkah,melawan beliau dengan segala cara,dan sepakat untuk memusuhinya. Melihat hal itu,sang paman, Abu Thalib merasa iba pada sang keponakan, dia rela pasang badan untuk melindungi dan membela sang keponakan dalam dakwahnya,meski dia masih dalam keyakinan kaumnya...
BAB III  PENUTUP




A.  Kesan
            Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa sanya nabi Muhammad saw merupakan nabi dan rasul yang diutus kepada manusia untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus dengan perjuangan yang gigih. Beliau berhasil merubah kebiasaan umat manusia dari keburukan kepada jalan kebenaran untuk menyembah allah swt.
Dan bagaimana kita sebagai umat islam untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri taulaadan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan bernegara.
B. Saran
Adapun saran penulis kepada pembaca agar dapat lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, proses turunnya wahyu yang pertama, dakwah-dakwahnya beliau baik secara sembunyi maupun terang-terangan agar lebih mencintai beliau sebagai seorang nabi dan rasul yang membawa risalah kebenaran yaitu dinnul islam yang menyinari kehidupan sampai akhir jaman. Selain dari pada itu, bila terdapat kesalahan kami mohon maaf karena masih dalam proses pembelajaran.

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

            Sistem ekskresi pada manusia melibatkan melibatkan alat ekskresi yang terdiri atas ginjal, kulit, dan paru-paru. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism yang berbeda, kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi. Berikut ini dibahas satu persatu peranan keempat alat tersebut.
1.        Ginjal
Pada sistem ekskresi manusia, sisa-sisa metabolism diserap dari darah, kemudian diproses, dan akhirnya dikeluarkan melalui alat-alat ekskresi. Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia secara anatomis ginjal tersusun atas lapisan luar yang berupa rongga ginjal disebut Pelvis renalis.
a.     Struktur Ginjal
Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm, berwarna merah, jumlahnya sepasang, dan terletak di bagian dorsal dinding tubuh sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Diperkirakan berat total ginjal sekitar 1% dari berat badan, dan setiap menit sekitar 20-25% darah yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal.
Potongan melintang ginjal memperlihatkan tiga daerah utama, yaitu korteks (bagian luar), medula (bagian sumsum ginjal), dan pelvis renalis (rongga ginjal).
Bagian korteks dan medula mengandung sekitar 1 juta nefron. Nefron  adalah satuan structural dan fungsional terkecil pada ginjal. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan saluran panjang berbelit yang disebut saluran nefron. Pada badan malpighi dan saluran terdapat kapsul bowman yang bentuknya seperti mangkuk. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang merupakan jalinan pembuluh kapiler. Dari kapsul Bowman keluar saluran yang panjang yang berbelit. Saluran panjang tersebut dibedakan atas tiga segmen, yaitu pembuluh (tubulus) proksimal, lengkung henle, dan pembuluh distal. Pembuluh proksimal berbelit dekat kapsul Bowman. Pembuluh proksimal menuju ke segmen panjang berdinding tipis, yaitu lengkung Henle. Oleh karena mirip leher angsa, engkung ini sering disebut sebagai angsa henle. Selanjutnya pembuluh proksimal berkelok-kelok lagi disebut kelokan kedua atau pembuluh distal yang bersambung dengan pembuluh pengumpul (pembuluh kolekta) yang berjalan melintasi korteks dan medula untuk bermuara pada rongga gonjal.
b.    Pembentukan Urin
Pada proses pembentukan urin di dalam ginjal, terjadi rangkaian proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi.
1.      Penyaringan (filrasi)
Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus, yakni kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsul bowman. Pada glomerulus terdapat sel-sel endothelium sehingga mempermudah penyaringan. Darah dari glomerulus akan melitasi sel-sel epithelium dari kapsul bowman yang berfungsi sebagai penyaring yang disebut sel podosit. Sel podosit dapat ditembus oleh air dan molekul-molekul berukuran kecil, tetapi tidak berlaku untuk sel-sel darah dan molekul yang berukuran besar, seperti protein plasma darah. Selain proses penyaringan, di glomerulus terjadi pula pengikatan sel-sel darah, keeping darah, dan sebagian besar protein plasma agar tidak ikut dikeluarkan. Hasil penyaringan ini berupa filtrate glomerulus (urin primer) yang komposisinya mirip dengan darah tetapi tidak mengandung protein.
2.      Penyerapan kembali (reabsorpsi)
Urin primer yang merupakan hasil proses penyaringan selanjutnya mengalir ke pembuluh proksimal. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna, antara lain air, glukosa, asam amino, dan sejumlah besar ion-ion anorganik NaCl. Penyerapan bahan-bahan tersebut berlangsung secara transport aktif. Selian bahan-bahan tersebut, air yang terdapat dalam filtrate glomerulus juga mengalami penyerapan melalui proses osmosis. Proses penyerapan air ini terjadi juga di dalam pembuluh distal, lengkung henle, dan pembuluh pengumpul (pembuluh yang turun). Selanjutnya, bahan-bahan yang telah diserap kembali tersebut dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling pembuluh. Proses penyerapan bahan-bahan yang masih berguna juga terjadi di lengkung henle (pembuluh yang naik), terutama penyerapan ion natrium klorida.
Setelah terjadi penyerapan akan dihasilkan urin sekunder yang komposisi zat-zat penyusunnya sangat berbeda dengan urin primer. Di dalam urin sekunder ini zat-zat yang masih dibutuhkan tidak ditemukan kembali lagi, sedangkan urea kadarnya meningkat dibandingkan di dalam urin primer.
3.      Sekresi
Sekresi adalah proses penambahan zat-zat terarut yang ada di dalam plasma darah ke filtrate yang ada di dalam saluran nefron, yaitu di pembuluh proksimal dan pembuluh distal. Berbeda dengan proses filtasi, sekresi merupakan proses pemilihan molekul yang sangat selektif, melalui mekanisme transport aktif dan pasif. Contohnya pengontrolan ion-ion hydrogen dari cairan interstisial ke dalam pembuluh nefron untuk menjaga pH cairan tubuh tetap konstan.
c.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Urin
Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebenarnya sangat dipengaruhi oleh factor dalam dan luar dari individu yang bersangkutan. Factor-faktor tersebut meliputi hormone antidiuretik, jumlah air yang diminum, dan hormon insulin.
d.    Gangguan Fungsi Ginjal
Kelainan pada ginjal dan hormone tertentu dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut.
1.      Nefritis
Nefritis terjadi akibat infeksi kuman, misalnya bakteri Streptococcus, pada nefron (glomerulus).kuman ini masuk melalui saluran pernapasan kemudia dibawa oleh darah ke ginjal. Akibat infeksi ini, glomerulus mengalami peradangan sehingga protein dan sel-sel darah yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urin. Selain itu dapat mengakibatkan uremia, yaitu urea yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Terdapatnya urea di dalam darah mengakibatkan penyerapan air terganggu, selanjutnya air akan tertimbun di kaki atau organ tubuh lain.
2.      Diabetes melitus.
Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu, dan karenanya gukosa dalam darah meningkat. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin.
3.      Diabetes insipidus
Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). Masih ingatkah kalian apa fungsi homron ini? Karena kekurangan hormon ADH, volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal, bahkan dapat encapai 30 kali dari volume urin normal. Penderita sering buang air kecil
4.      Albuminuria
Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan, khususnya dalam menyaring protein. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan, sehingga ditemukan dalam urin.
5.      Batu ginjal
Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam rongga ginjal (pelvis renalisa) atau kandung kemih. Endapan terbentuk dari senyawa kalisum dan penumpukan asam urat. Kurang minum atau sering menahan keinginan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Kelainan metabolisme sehingga terjadi penumpukan senyawa kalsium dan asam urat juga dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi.
6.      Anuri
Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. Keadaan ini disebabkan adanya kerusakan di glomerulus. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan.
2.        Paru-paru
Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. Pada dasarnya fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan, namun peranan tersebut juga erat hubungannya dengan sistem ekskresi. Hal ini dikarenakan CO2 dan air yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paru-paru untuk dibuang dengan cara difusi di alveolus. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena dibuang dengan difusi di alveolus. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena pada alveolus banyak bermuara kapiler yang memiliki selapis sel.
Sebagian besar (75%) CO2 yang diangkut dalam plasma darah berbentuk senyawa HCO3 (asam bikarbonat) dan sisanya (25%) akan diikat  oleh Hb membentuk senyawa HbCO2 (karboksi hemoglobin). Akan tetapi akhirnya CO2 dan air dieluarkan melalui udara yang diembuskan.
3.        Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu.Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktipkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat warna empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
4.        Kulit
Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.
a.     Epidermis
Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel yang baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar.. Lapisan germanativum mengandung sel-sel yang aktif membeah diri, menggantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit.
b.    Dermis
Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar kerngat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yng dikeluarkan dapat mencapai 2.000 mL setiap hari, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain kulit selain sebagai organ penerima rangsang, elindung terhadap fisik, penuinaran dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.
Kesimpulan
1.        Ekskresi merupakan pengeluaran zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi bagi tubuh organism. Pada dasarnya peranan sistem ekskresi adalah untuk memelihara homeostasis tubuh.
2.        Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh antara lain CO2, H2O, NH3, garam-garam mineral, dan zat warna empedu mengalami oksidasi terlebih dahulu menjadi urobilinogen, yang menyebabkan warna kekuningan pada urin dan feses.
3.        Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas ginjal, kulit, hati dan paru-paru. Setiap alat ekskresi mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berbeda, kecuali air dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi tersebut.
4.        Ginjal merupakan alat ekskresi utama dan urin sebagai hasil produksinya. Tiga bagian utama penyusun ginjal ailah korteks (bagian luar), medula, (sumsum ginjal) dan pelvis renalis (rongga ginjal). Bagian korteks dan medulla ginjal tersusun atas nefron-nefron.
5.        Proses pembentukan urin di dalam ginjal meliputi proses penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan penambahan zat-zat (sekresi). Proses penyaringan terjadi di glomerulus dan kapsul Bowman. Proses reabsorpsi terjadi di pembuluh proksimal, lengkung Henle, pembuluh distal, dan pembuluh pengumpul. Proses sekresi terjadi di pembuluh proksimal dan distal. Banyak sedikitnya urin yang dihasilkan dipengaruhi oleh ADH (hormone antidiuretik), jumlah air yang diminum, dan hormone insulin.
6.        Penggunaan ginjal buatan yang dikenal engan cuci darah dan transplantasi ginjal merupakan alternative pengobatan bagi penderita yang mengalami gangguan fungsi ginjal.
7.        Hati menghasilkan empedu, paru-paru mengekspresikan H2O dan CO2, sedangkan kulit mengekskresikan keringat.
8.        Pengaturan suhu tubuh manusia merupakan contoh sistem homesostatis yang menggunakan sistem umpan balik. Sesl-sel yang mengontrol termoregulasi terdapat di hipotalamus.

GANGGUAN DAN KELAINAN PADA TULANG

A. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA TULANG

1. Kelainan akibat penyakit
Osteoporosis
Osteopororsis adalah suatu penyakit dimana terjadi penurunan massa tulang (pengurangan jaringan tulang) terutama terjadi pada tulang spongiosa. Pada penyakit ini proses penghancuran tulang melebihi proses pembentukan tulang. Penyakit ini terjadi terutama pada wanita kulit putih usia lanjut setelah menopause.
Berikut ini adalah gambar struktur tulang yang normal dan yang terkena osteoporosis.
2. Kelainan akibat kecelakaan
Fraktura
Fraktura atau patah tulang dibedakan menjadi patah tulang tertutup, patah tulang terbuka dan fisura.
• Patah tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
• Patah tulang terbuka, bila tulang yang patah merobek kulit
• Fisura, bila tulang hanya retak
3. Kelainan akibat kekurangan gizi
Kekurangan vitamin D
Vitamin D atau kalsiferol adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsifikasi (penulangan) pada tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis, biasanya dapat terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dari kaki berbentuk O atau X. sedangkan pada orang dewasa, kekurangan kapur akan menyebabkan penyakit osteomalasia.
4. Kelainan karena sikap tubuh yang salah
a. Lordosis yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung terlalu membengkok ke depan.

b. Kifosis yaitu tulang belakang bagian punggung dan pinggang terlalu membengkok ke belakang.

c. Skoliosis yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping kanan atau kiri.

B. Gangguan atau Kelainan pada Otot
Otot adalah alat gerak aktif. oleh karena itu, jika terjadi gangguan pada otot maka akan sangat menganggu sistem gerak. Gangguan yang dapat terjadi pada otot antara lain sebagai berikut :
1. Atrofi yaitu keadaan otot mengecil sehingga tidak mampu berkontraksi.
2. Stiff atau kaku leher yaitu leher terasa kaku dan terasa sakit jika di gerakkan. Stiff dapat terjadi akibat karena adanya peradangan pada otot trapesius leher
3. Hernia abdominalis yaitu sobeknya dinding perut yang lemah sehingga usus merosot ke bawah
4. Kram yaitu kontraksi otot atau sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat . kram dapat terjadi karena kurangnya aliran darah ke otot.

ARTIKEL PENGERTIAN TULANG DADA DAN GELANG BAHU

A.     PENGERTIAN TULANG DADA

Tulang Dada (Os Sternum)

Tulang sternum atau tulang dada hanya ditemukan pada tetrapoda. Tulang ini membentuk elemen kerangka bagian ventral, berkaitan erat dengan tulang lingkar dada (pectoral girdle) dari kerangka kaki depan dan tulang iga. Tulang sternum bangsa buaya berupa lembaran tulang rawan sederhana dimana pada bagian belakang terbelah dua menjadi kornua xifisternum. Dibagian mediokranial lembaran tulang rawan sternum terdapat tulang sternum yang keras berbentuk pipih memanjang dengan bagian kranial meruncing dan bagian kaudal berbentuk lonjong (Weichert, 1959).

Tulang dada  berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di bagian dada, seperti jantung dan paru-paru. Tentu kamu sudah tahu bahwa jantung berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Adapun paru-paru berfungsi untuk bernapas. Dengan adanya  tulang dada, organ-organ penting manusia dapat terrlindungi.

 

B.     PENGERTIAN GELANG BAHU      
Tulan ggelang bahu atau clavicula adalah tulang yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh.Clavicula berbentuk kurva-ganda dan memanjang. Ini adalah satu-satunya tulang yang memanjang horizontal dalam tubuh. Terletak di atas tulang rusuk pertama. Pada ujung medial, clavicula bersendi pada manubrium dari sternum (tulang dada) pada sendi sternoclavicularis. Pada bagian ujung lateral bersendi dengan acromion dari scapula (tulang belikat) dengan sendi acromioclavicularis.Pada wanita, clavicula lebih pendek, tipis, kurang melengkung, dan permukaannya lebih halus.
Fungsi
Clavicula berguna untuk:
·        Sebagai pengganjal untuk menjauhkan anggota gerak atas dari bagian dada supaya lengan dapat bergerak leluasa.
·        Meneruskan goncangan dari anggota gerak atas ke kerangka tubuh (aksial).
Walaupun dikelompokkan dalam tulang panjang, clavicula adalah tulang satu-satunya yang tidak memiliki rongga sumsum tulang seperti pada tulang panjang lainnya. Clavicula tersusun dari tulang spons.
Perlekatan
Otot-otot dan ligamentum yang berlekatan pada clavicula:
Permukaan superior:
·        Otot deltoideus pada bagian tuberculum deltoideus
·        Otot trapezius
Permukaan inferior:
·        Otot subclavius pada sulcus musculi subclavii
·        Ligamentum conoideum (bagian medial dari ligamentum coracoclaviculare) pada tuberculum conoideum
·        Ligamentum trapzoideum (bagian lateral dari ligamentum coracoclaviculare pada linea trapezoidea
Batas anterior:
·        Otot pectoralis mayor
·        Otot deltoideus
·        Otot sternocleidomastoid
·        Otot sternohyoideus
·        Otot trapezius
Perkembangan
Clavicula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan osifikasi selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6. Clavicula juga yang merupakan tulang terakhir yang menyelesaikan proses pengerasan yakni pada usia 21 tahun

C.     PENGERTIAN PANGGUL
Tulang – tulang panggul terdiri dari os koksa, os sakrum, dan os koksigis. Os koksa dapat dibagi menjadi os ilium, os iskium, dan os pubis. Tulang – tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simfisis. Dibelakang terdapat artikulasio sakro- iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium.Dibawah terdapat artikulasio sakro-koksigea yang menghubungkan os sakrum (tl panggul)dan os koksigis(tl.tungging).

Pada wanita, di luar kehamilan artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar,misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2,5 cm.Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang.
Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis, disebut juga dengan false pelvis. Bagian yang terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis.
Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ –organ abdominal selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot – otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon, rektum, kandung kemih, dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh muskulus levator ani dan muskulus koksigeus.